Teks Prosedur Pengertian Jenis dan Tujuan dan cara membuatnya
Teks Prosedur
Kenapa Kita Perlu Belajar Ini
Coba perhatikan tulisan kecil di kemasan obat, di manual pengisian token listrik, atau di layar mesin ATM saat kita menarik uang. Semua tulisan itu punya satu ciri: mengarahkan pembaca melakukan sesuatu tahap demi tahap, sampai tujuannya tercapai. Itulah yang disebut teks prosedur.
Definisi sederhananya: teks prosedur adalah teks yang memandu pembaca melakukan suatu kegiatan secara berurutan agar hasilnya sesuai yang diharapkan. Bentuknya bisa macam-macam, mulai dari resep masakan, petunjuk pemakaian alat, tata cara administrasi di kantor pemerintah, sampai instruksi keselamatan di pesawat.
Hampir setiap hari kita sebenarnya bersinggungan dengan teks jenis ini, meski jarang disadari. Saat membuka aplikasi baru dan muncul panduan "langkah 1 dari 4", itu teks prosedur. Saat guru olahraga menjelaskan urutan pemanasan sebelum lari, itu juga prosedur, meski disampaikan lisan bukan tertulis. Karena kedekatannya dengan kehidupan sehari-hari, teks prosedur sebenarnya termasuk jenis teks yang paling mudah dikenali begitu siswa tahu ciri-cirinya.
Ada satu hal yang membedakan teks prosedur dari sekadar "daftar kegiatan". Sebuah daftar bisa saja hanya mencantumkan apa yang dilakukan tanpa peduli urutan, sementara teks prosedur selalu mensyaratkan urutan yang tepat sebagai bagian dari keberhasilan tugas. Salah urutan, hasilnya bisa berbeda—coba saja menyalakan kompor setelah menuang minyak ke wajan yang masih di atas api, hasilnya tentu tidak akan sama dengan urutan yang benar.
Tujuannya Apa
Teks prosedur ditulis supaya pembaca tidak perlu menebak-nebak atau mencoba-coba sendiri. Kalau langkahnya jelas dan urut, orang yang belum pernah melakukan hal tersebut pun bisa mengikutinya dengan hasil yang kurang lebih sama dengan orang yang sudah berpengalaman.
Fungsi ini terasa jelas kalau kita bayangkan situasi tanpa teks prosedur. Bayangkan membeli obat tanpa aturan pakai, atau menerima kotak perakitan lemari tanpa buku panduan. Kemungkinan besar hasilnya salah pakai atau salah rakit, bahkan bisa berbahaya untuk kasus seperti obat-obatan. Di sinilah teks prosedur berperan: mengubah pengetahuan yang tadinya hanya ada di kepala orang yang ahli menjadi sesuatu yang bisa diikuti siapa saja.
Selain memandu, teks prosedur juga berfungsi sebagai alat kontrol kualitas. Dalam dunia kerja, misalnya, prosedur keselamatan kerja (safety procedure) ditulis bukan hanya supaya pekerjaan selesai, tapi supaya selesai dengan cara yang aman dan hasilnya konsisten setiap kali dilakukan, siapa pun yang mengerjakannya.
Struktur
Teks prosedur umumnya dibangun dari empat bagian. Urutannya tidak kaku seratus persen, tapi pola berikut adalah yang paling umum ditemukan.
Tujuan. Bagian pembuka yang menjelaskan apa yang ingin dicapai lewat prosedur ini. Biasanya cukup satu atau dua kalimat, tapi perannya penting karena dari sinilah pembaca tahu apakah teks ini relevan dengan kebutuhannya atau tidak. Judul teks prosedur sendiri sering kali sudah menyiratkan tujuannya, misalnya "Cara Mendaftar Kartu Indonesia Pintar"—judul itu sekaligus menjadi tujuan.
Alat dan bahan. Daftar hal-hal yang harus disiapkan sebelum memulai. Bagian ini tidak selalu ada—prosedur yang tidak membutuhkan alat fisik, misalnya cara mendaftar akun daring, bisa melewati bagian ini. Sebaliknya, untuk prosedur yang berhubungan dengan memasak, kerajinan tangan, atau perakitan, bagian ini biasanya wajib ada dan ditulis serinci mungkin, termasuk ukuran atau jumlahnya. Semakin rinci alat dan bahan dituliskan, semakin kecil kemungkinan pembaca berhenti di tengah jalan karena kekurangan sesuatu.
Langkah-langkah. Inti dari teks prosedur. Disusun urut dari awal sampai akhir, biasanya diberi nomor atau kata penanda urutan seperti pertama, setelah itu, terakhir. Bagian ini menuntut dua hal sekaligus: kelengkapan (tidak ada langkah yang terlewat) dan kejelasan (setiap langkah bisa dikerjakan tanpa perlu bertanya lebih lanjut). Penulis yang baik biasanya membayangkan dirinya sebagai orang yang sama sekali belum tahu caranya, lalu mengecek apakah setiap langkah sudah cukup jelas untuk diikuti orang tersebut.
Penutup. Kalimat penegasan atau simpulan di akhir. Sifatnya opsional; banyak teks prosedur yang langsung berhenti setelah langkah terakhir tanpa penutup khusus. Kalaupun ada, penutup biasanya berisi hasil akhir yang akan didapat pembaca, atau catatan tambahan seperti berapa lama proses tersebut biasanya memakan waktu.
Ciri-Ciri Kebahasaannya
Ada beberapa hal yang membedakan teks prosedur dari jenis teks lain. Kalau siswa hafal ciri-ciri ini, mereka akan lebih mudah membedakan teks prosedur dari teks deskripsi atau teks eksposisi yang kadang topiknya mirip.
Kalimat imperatif (perintah). Ini ciri paling menonjol. Kalimat imperatif ditandai dengan kata kerja di awal kalimat dan biasanya tidak memakai subjek "kamu" atau "Anda" secara eksplisit, karena memang ditujukan langsung kepada pembaca. Contohnya "potong bawang tipis-tipis", "tekan tombol power selama tiga detik", atau "isi formulir dengan huruf kapital". Dalam ragam lisan atau tulisan yang lebih santun, kalimat imperatif kadang dilunakkan dengan kata seperti "silakan" atau diberi tanda seru untuk menekankan bahwa itu instruksi, bukan sekadar informasi.
Kata kerja aktif. Teks prosedur dipenuhi kata kerja yang menunjukkan tindakan konkret dan bisa langsung dikerjakan: mengaduk, menyalakan, mengisi, menandatangani, memotong, menekan. Kata kerja semacam ini berbeda dengan kata kerja pasif atau kata benda abstrak yang biasa muncul di teks jenis lain.
Penanda urutan. Ada dua cara menandai urutan dalam teks prosedur: memakai kata (lalu, kemudian, selanjutnya, setelah itu) atau memakai angka/kata bilangan (1, 2, 3 atau pertama, kedua, ketiga). Sebagian teks prosedur bahkan memakai keduanya sekaligus untuk memperjelas urutan, misalnya "Langkah 3: Setelah adonan kalis, diamkan selama 30 menit."
Kalimat singkat dan langsung. Karena fungsinya untuk dipraktikkan, bukan sekadar dibaca, kalimat dalam teks prosedur cenderung pendek dan langsung ke inti. Penulis menghindari kalimat panjang berbelit karena bisa membuat pembaca bingung di tengah praktik.
Kalimat bersyarat. Kadang satu langkah bergantung pada kondisi tertentu, sehingga muncul kalimat bersyarat memakai kata seperti jika, apabila, atau kalau. Contohnya "jika adonan masih lengket, tambahkan sedikit tepung" atau "apabila lampu indikator tidak menyala, periksa kembali sambungan kabel."
Kata keterangan. Sering muncul keterangan waktu, tempat, atau cara untuk memperjelas langkah, misalnya "diamkan selama 15 menit" (keterangan waktu), "simpan di tempat sejuk" (keterangan tempat), atau "aduk perlahan searah jarum jam" (keterangan cara).
Tiga Jenis Teks Prosedur
Berdasarkan jumlah dan sifat langkahnya, teks prosedur bisa dibedakan menjadi tiga jenis berikut.
Prosedur sederhana. Hanya terdiri dari dua atau tiga langkah, biasanya untuk kegiatan yang memang tidak rumit. Contohnya cara mengisi daya ponsel, cara menyalakan kipas angin, atau cara menghidupkan proyektor kelas. Karena langkahnya sedikit, teks jenis ini jarang butuh penomoran yang panjang; kadang cukup ditulis dalam satu atau dua kalimat saja.
Prosedur kompleks. Langkahnya banyak dan sering bercabang—ada tahap yang mengandung sub-langkah lagi di dalamnya, atau ada beberapa jalur berbeda tergantung situasi pembaca. Contohnya prosedur pengajuan kredit di bank, tata cara mendaftar sekolah kedinasan, atau proses klaim asuransi. Dalam teks jenis ini, biasanya ada tahap yang memerlukan keputusan dari pembaca, misalnya "jika berkas dinyatakan lengkap, lanjutkan ke tahap wawancara; jika belum, lengkapi terlebih dahulu berkas yang kurang."
Prosedur protokol. Urutan langkahnya boleh ditukar-tukar, dan tujuan tetap tercapai selama semua langkah dilakukan. Contohnya cara mengisi ulang saldo e-wallet: mau lewat ATM dulu atau lewat aplikasi dulu, hasil akhirnya sama, yang penting semua tahap yang diperlukan sudah dilakukan. Ciri khas jenis ini adalah tidak ada satu urutan baku yang wajib diikuti, berbeda dengan prosedur sederhana dan kompleks yang urutannya harus persis seperti yang tertulis.
Memahami ketiga jenis ini berguna terutama saat siswa diminta menulis teks prosedur sendiri. Sebelum mulai menulis, ada baiknya menentukan dulu topik yang dipilih termasuk jenis yang mana, supaya gaya penulisannya—terutama soal ketat atau tidaknya urutan langkah—bisa disesuaikan sejak awal.
Contoh: Cara Membuat Kartu Tanda Anggota Perpustakaan Sekolah
Contoh berikut menunjukkan bagaimana keempat bagian struktur dan ciri kebahasaan yang sudah dibahas di atas diterapkan dalam satu teks prosedur utuh, termasuk penggunaan kalimat imperatif, penanda urutan, dan kalimat bersyarat.
Tujuan: memperoleh kartu anggota agar bisa meminjam buku di perpustakaan sekolah. Kartu ini wajib dimiliki setiap siswa yang ingin meminjam buku lebih dari batas kunjungan biasa, dan biasanya hanya perlu dibuat satu kali selama siswa masih terdaftar di sekolah tersebut.
Alat dan bahan:
- fotokopi kartu pelajar satu lembar
- pas foto berwarna ukuran 3x4 satu lembar
- formulir pendaftaran anggota (tersedia di meja petugas perpustakaan)
- bolpoin
Langkah-langkah:
- Ambil formulir pendaftaran di meja petugas perpustakaan pada jam operasional sekolah.
- Isi formulir dengan data diri sesuai kartu pelajar, meliputi nama lengkap, kelas, dan nomor induk siswa. Tulis dengan huruf kapital agar mudah dibaca petugas saat proses verifikasi.
- Lampirkan fotokopi kartu pelajar dan pas foto pada formulir menggunakan klip atau staples, jangan sampai terlepas saat diserahkan.
- Serahkan formulir yang sudah lengkap kepada petugas perpustakaan untuk diperiksa.
- Jika ada data yang kurang lengkap, petugas akan memberi tahu bagian mana yang perlu dilengkapi. Segera perbaiki dan serahkan kembali formulir tersebut.
- Jika data sudah dinyatakan lengkap, tunggu proses verifikasi yang biasanya selesai dalam satu hari kerja.
- Kembali ke perpustakaan pada hari berikutnya sesuai jadwal yang diberikan petugas untuk mengambil kartu anggota yang sudah jadi.
Penutup: setelah kartu anggota diterima, siswa sudah bisa langsung menggunakannya untuk meminjam buku sesuai ketentuan jumlah dan masa pinjam yang berlaku di perpustakaan sekolah.
Latihan Singkat untuk Siswa
Soal Teks Prosedur
Fokus: Membedakan Prosedur Sederhana, Kompleks, dan Protokol
Soal berikut dirancang pada level MOTS (Middle Order Thinking Skills) siswa tidak hanya diminta mengingat definisi, tapi menerapkan pemahamannya untuk mengenali dan membedakan jenis teks prosedur dari sebuah contoh konkret.
1. Bacalah kutipan berikut.
"Nyalakan senter dengan menekan tombol di bagian samping selama dua detik."
Termasuk jenis teks prosedur apakah kutipan tersebut? Jelaskan alasanmu berdasarkan jumlah langkah yang terlibat.
2. Bu Rahma menjelaskan cara mengurus surat pindah domisili di kelurahan, yang meliputi tahap mengambil formulir, melengkapi tanda tangan RT/RW, verifikasi kelurahan, hingga pengambilan surat jadi dalam beberapa hari. Jelaskan mengapa prosedur ini digolongkan sebagai prosedur kompleks, bukan sederhana!
3. Perhatikan contoh berikut: "Kamu bisa mengisi ulang saldo e-toll lewat minimarket dulu baru lewat aplikasi, atau lewat aplikasi dulu baru lewat minimarket—hasil akhirnya tetap sama, saldo bertambah." Jelaskan mengapa contoh ini termasuk prosedur protokol, dan sebutkan ciri utama yang membedakannya dari prosedur sederhana maupun kompleks!
4. Bacalah dua kutipan berikut.
Teks 1: "Kamu bisa mengisi baterai power bank sambil menyambungkannya ke laptop, atau langsung ke stopkontak—dua-duanya sama-sama bisa membuat power bank terisi penuh."
Teks 2: "Pertama, login ke akun. Kedua, unggah dokumen persyaratan. Ketiga, tunggu verifikasi berkas oleh admin. Keempat, jika berkas ditolak, unggah ulang dokumen yang diminta. Kelima, jika diterima, cetak bukti pendaftaran."
Tentukan jenis teks prosedur pada Teks 1 dan Teks 2, lalu jelaskan perbedaan ciri kebahasaan atau struktur yang membuat keduanya berbeda jenis!
5. Jelaskan dengan kata-katamu sendiri perbedaan mendasar antara prosedur kompleks dan prosedur protokol! Jawabanmu sebaiknya menyinggung soal jumlah atau percabangan langkah untuk prosedur kompleks, serta fleksibilitas urutan untuk prosedur protokol.
6. Perhatikan aktivitas berikut: cara mengganti wallpaper laptop. Menurutmu, aktivitas ini lebih tepat digolongkan sebagai prosedur sederhana atau kompleks? Jelaskan alasanmu berdasarkan jumlah dan sifat langkah yang dibutuhkan.
7. Buatlah satu contoh aktivitas sehari-hari yang menurutmu termasuk prosedur protokol, lalu jelaskan dalam dua hingga tiga kalimat mengapa aktivitas tersebut memenuhi ciri protokol, bukan sederhana atau kompleks.
8. Sebuah teks prosedur berbunyi: "Pertama, cuci beras hingga bersih. Kedua, masukkan beras ke rice cooker bersama air secukupnya. Ketiga, tekan tombol cook. Jika ingin nasi lebih pulen, tambahkan sedikit air sebelum menekan tombol." Menurutmu, apakah teks ini masih tergolong prosedur sederhana meskipun ada kalimat bersyarat di dalamnya? Jelaskan pendapatmu.
Panduan Penskoran
| No. Soal | Bobot |
|---|---|
| 1–8 | 12–13 poin per soal |
| Total | 100 |
Penilaian esai tidak hanya melihat apakah siswa menyebutkan jenis prosedur yang tepat, tapi terutama pada kualitas alasan yang diberikan: apakah alasan tersebut memang mengacu pada ciri pembeda yang benar (jumlah langkah, percabangan/keterlibatan pihak lain, atau fleksibilitas urutan), bukan sekadar menebak jenisnya tanpa penjelasan yang relevan.
Referensi konsep: Ruangguru, "Teks Prosedur: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur & Contoh" — disusun ulang dengan struktur, penjelasan, dan contoh sendiri.

0 Response to "Teks Prosedur Pengertian Jenis dan Tujuan dan cara membuatnya"
Posting Komentar